Category Archives: Killing time

Hitung-hitungan Jakarta Great Sale, Lagi.

Sebelumnya, hitungan kasar menyebutkan, Rp. 67000 per orang, berarti perhari, menghabiskan sekitar Rp. 1500, nah yang masih jadi pertanyaan:

Sebenarnya siapakah konsumen JGS?

Jika 1% dari total penduduk + komuter Jakarta saja menyumbang 20% total transaksi, berarti rata-rata tidak valid. Ada klasifikasi konsumen, yang belum bisa diidentifikasi.

Tapi jika dilihat dari barang apa saja yang sale/promo, kebanyakan adalah:
1. Pakaian (kisaran harga; 10ribu – 500 ribu, 500 ribu – 1.5 juta)
2. Alat-alat rumah tangga (kisaran harga sama seperti pakaian)
3. Elektronik (kisaran harga; 50ribu – 20 juta)

Nah dari kebanyakan barang promo, target market 15 – 45 tahun, range-nya besar, segmennya A-B.

Berdasar data penduduk miskin Jakarta: 4.7 juta jiwa, asumsi daya beli lemah.

15 juta jiwa – 4.7 juta jiwa = 10.3 juta jiwa, pasar potensial JGS

Rata-rata, konsumen, menghabiskan 100ribu rupiah, jika 1% merupakan konsumen A+ sisanya, adalah A-B.

Nah target tahun ini, jika dilihat trend tahun kemarin bagaimana?

bersambung

Advertisements

Leave a comment

Filed under Killing time

Hitung-hitungan Jakarta Great Sale

Tiba-tiba muncul ide, hitung-hitungan JGS 2012 lalu. Event 1,5 bulan, dengan total transaksi 10,7 Triliun. Mohon koreksi, bagi siapa saja yang baca, ini cuma hitung-hitungan kasar saja.

Jika total penduduk Jakarta + Komuter = 15 juta (2011) dengan laju pertumbuhan penduduk Jakarta per tahun adalah 1.4% berarti, kira-kira tahun 2012 penduduk Jakarta, kisaran 15,1 juta jiwa, oke lakukan pembulatan 15 juta jiwa.
Nah, kita tinggal bagi saja, 10.7 triliun : 15 juta = 67000/orang mengeluarkan uangnya dalam kurun waktu 1,5 bulan.

Jika dilihat kasarnya, kok ya sedikit ya, 30ribuan untuk belanja besar-besaran, itu baru rata-rata, ingat, masih ada segmen pasar, barang apa saja yang paling laris. Coba kita cek lagi

Tahun 2012, data penjualan otomotif, selama bulan juni-juli sekitar 200ribuan (di Indonesia) Jakarta menyumbang sekitar 20% nya. Berarti 20 ribu, jumlah transaksi otomotif selama jakarta great sale. Jika rata-rata harga mobil 100 juta, berarti 2 triliun rupiah dari otomotif. Jelas segmennya 20ribu orang menegah atas (asumsi jumlah pembelian) atau siapa saja yang mampu membelanjakan uangnya diatas 50 juta, sekitar 1%.

Nah dari 1% ini menyumbang 20% dari total transaksi.

Masih ada 28 juta orang lagi target pasar, lantas mereka membelanjakan apa saja?

Nah, lantas bagaimana bandingannya, misalnya Singapore Great Sale?

Bagaimana dengan tahun ini? Ada estimasi? Hubungannya dengan tingkat inflasi?

BERSAMBUNG

Leave a comment

Filed under Killing time

Duduk di KPK

Duduk di depan pintu KPK, nunggu pemeriksaan saksi kasus korupsi, sampe jam 22.00 belum kelihatan batang hidungnya. This is part of my job, and I should consider it as my privilege, rokok hampir sebungkus habis, menunggu ternyata bisa jadi pekerjaan juga.

Pada akhirnya chat dengan teman-teman via bbm,line,sampai whatsapp. Teman-teman terbaik yang bisa mengembalikan situasi yang saya rindukan.

Melamun menunggu yang tidak pasti sambil menerawang what would I’m gonna be in next 5 years, sempat terpikir, saya nggak mau doorstop sampai tua, tapi sungguh, pekerjaan ini begitu adiktifnya, suatu kemewahan bagi saya dan rekan-rekan wartawan lain yang mungkin merasakannya.

Lagi-lagi timbul satu pertanyaan ketika melamun, do I have to change my way to see the opportunity, or waiting for the next searching?

Antara lamunan saat menunggu, dan menerawang apa yang kita tunggu, di saat inilah, saya merasa menemukan jalan keluar, yang kita inginkan hanya bebas dengan sedikit rasa skeptis agar tidak utopis. Ketika kita bingung, cobalah sedikit melamun, menerawang, hingga akhirnya menemukan sesuatu hal yang selama ini mungkin mengganjal di pikiran.

Leave a comment

Filed under Killing time

sedikit rasa

This week, was a busy time for me, I took several role in newsroom, because lack of employees stayed at takbir’s night. Why I said several role? I learn new things how to make a strategic plan for tomorrow’s news, and few indescribable things. There was a great opportunity for me to learn many things, despite I can’t feel the atmosphere of lebaran 😦

But, see how after work’s treat works for me, it just small cup of green tea + milk, and jco’s glassy but why it feels so good? Not the taste, it’s too sweet, but I have good chat with my good friend, while I bite a bit of jco’s glassy. That’s the point, I forget all the hectic days.

Leave a comment

Filed under Killing time

Twitter and It’s pleasuring waste

Tahun 2009, twitter menjadi perdebatan saya dengan sepupu. Mempertanyakan fungsinya sebagai microblog. Dia bilang, twitter akan berkembang pesat, patokannya pengguna twitter di amerika. Bagi saya kala itu, buat apa menulis hanya 140 karakter, sama saja seperti sms. Kalau mau ngeblog, ya bikin saja blog, tidak usah buka akun twitter.

Akhir 2009, semakin menjadi- jadi kebiasaan menulis di twitter, hingga hal sepele, semisal telat bangun, dan telat 3 bulan (eh) diumumkan melalu twitter. Sadar tidak sadar fungsinya kala itu bertambah sebagai papan pengumuman.

Mulailah, “pedagang” juga ikut sebagai buzzer, bertambah lagi fungsinya, sebagai ajang berdagang dan promosi.

Beberapa selebritis dunia dan lokal pun juga mendadak sangat extrovert dengan mengumbar kehidupan pribadinya lewat twitter. Ingat beberapa tahun lalu, ngefans dengan Titi Kamal, kita harus berlangganan ke konten provider untuk tahu kehidupan sehari-harinya…ada yang pernah ingat kata-kata Nia Ramadhani “sms yang aku kirim, langsung dari hapeku, bukan dari manajer ku” *kira-kira begitu bunyinya. Ok saya
kala itu nggak pernah berlangganan lho. Nah sekarang, dengan follow @lindsaylohan misalnya, atau @parishilton kita bisa lebih dekat dengan mereka, dan gratis!

2010 merupakan kejayaan twitter, dimana banyak muncul tokoh-tokoh anonim, yang berbicara blak-blakan. Indonesia yang menggandrungi twitter bisa jadi merupakan bangsa pengeluh sekaligus kreatif, bagaimana kata-kata tidak lebih dari 20 kata bisa mempengaruhi orang lain.

Lucunya, banyak demam bintang twitter, yang terjebak untuk Terus twit karena ingin menambah follower *pathetic, 2011 ini, twitter sepertinya masih digandrungi. Akankah nasibnya akan sama seperti friendster di kemudian hari, mungkin iya. Kita lihat saja nanti ketika kicauan mulai sepi dan beralih, mungkin gonggongan atau miaw-an. Selagi masih bisa nyampah di twitter.

Silvano Hajid (beberapa tahun lagi akan bilang: see I told you)

Leave a comment

Filed under Killing time, Uncategorized

Hey, it’s The Blue XL

Berapa juta orang yang bilang, kini teknologi internet sudah dalam genggaman. Saya setuju dengan berjuta orang-orang itu. Pekerjaan saya dilapangan, butuh riset dan berkirim email secepatnya, kini dapat dilakukan dengan mudah, setidaknya di kota besar seperti Jakarta. Tiga tahun belakangan, saya menggunakan provider XL sebagai penunjang koneksi internet untuk pekerjaan saya. Ehm mungkin juga kebutuhan pribadi seperti mengakses jejaring sosial. Tidak pernah ada masalah selama tiga tahun ini, untuk penggunaan internet di lokasi-lokasi yang dapat dijangkau. Tapi berbeda keadaannya jika saya ditugaskan ke luar kota, di mana XL tidak dapat menjangkaunya. Jujur saya kelimpungan, dan sementara harus mengganti sim card merek lain untuk paket BIS Blackberry saya. Di Labuan bajo-NTT, Buton dan Raha-Sultra, sinyal XL nihil.

Setiba di Jakarta belum sempat berganti ke XL lagi, BIS saya bermasalah, dan anehnya hanya ketika hujan besar. Padahal, saya harus mengirim email secepatnya. Akhirnya saya kembali menggunakan sim card yang lama; XL. Tidak dibutuhkan waktu yang lama untuk langsung terkoneksi. Saat itu saldo pulsa tinggal Rp. 5000, tidak ada penjual pulsa disekitar saya, apalagi ATM. Ternyata ada paket harian dalam menu *123# dan voila, saya bisa menggunakan paket BIS blackberry dengan uang Rp.5000, seharian! Bayangkan bila tidak ada XL Saat itu? Apa jadinya pekerjaan saya, berapa waktu yang terbuang bila saya tidak menggunakan xl?

Hari itu dengan tersedianya paket harian dengan harga murah meriah, pekerjaan saya selamat, email super penting terkirim, dan bos kembali tersenyum, saya XLangkah lebih maju. Bayangkan berapa langkah saya harus mundur, bila tetap ngotot menggunakan provider lain ketika hujan besar, sinyal turun, email susah dikirim?

Di Jakarta saya XLangkah lebih maju dengan XL, tapi tidak mau bicara banyak bila di daerah terpencil, mungkin XL bisa memperluas jaringan, agar seluruh indonesia XLangkah lebih maju.

Leave a comment

Filed under Killing time

Jeans for me?

I’ve been searching for good jeans to fit in perfectly on my leg. Somehow I didn’t find a good one since I was high school, there’s comfort jeans I was wore, but it didn’t looked good when I saw my self at the mirror. Or it looked good but, it painful. I try to buy from ebay, to boutique, and im not satisfy with jeans I was wore.

Well, I ask my friend how do I look with some jeans… She said okay, it looks good. I think there’s something wrong, my eyes, or my leg.

I have slim leg, few people jeallous with my leg that looking good with slim fit jeans. My mom said my legs was from my grandma gene, and it doesnt sounds good.

But hey, shoes store at the mall, having leg’s test, by capturing our foot prints. The result is my leg also my foot, is health, and nothing wrong with it. 

So where’s the problem? Did i find it?

The problem is, I do thinking about what people say, the phrase “it’s look good”  By saying the word ‘looks’

Many times I bought misfit jeans, and it’s wasted. Expensive jeans doenst makes any legs looking good, so do the cheap one… I just want simplicity.

Well problem solved. I can stop looking how fit that jeans on my legs. But I cant stop searching good jeans for me

Leave a comment

Filed under Killing time