Mengintip Tawau – Sabah, Malaysia

About Tawau: Kota pelabuhan berbatasan dengan Nunukan, sekitar 1 jam naik kapal dari Nunukan. Kotanya kecil, semacam BSD rasa Tanjung Priok.

Walaupun terletak di ujung timur Malaysia, tapi kota ini rapih banget. Kalau dilihat dari bangunannya, well, bangunan lama juga kok, cuma karena populasinya sedikit, jadi mungkin itu yang bikin jadi rapih. Kebanyakan warga tawau ex WNI, dari Sulawesi, sampai Kupang, nikah beda negara juga sering kejadian, karena dekat dengan nunukan, istri/ suami salah satunya adalah WNI.

20130607-015452.jpg

jam 5 pagi di tawau, foto diambil dari jendela hotel

Nah, di Tawau semuanya murah, nasi lemak bisa dapat 10 ribuan saja (sudah dirupiahkan) tapi taksinya kadang agak mahal, bisa 40rm. Kebanyakan supir taksi adalah orang Makassar, bisa dibilang yang bangun Tawau, ya orang kita, sampai premanpun, alhamdulillah orang kita juga.

20130607-015954.jpg

Teksi kebanyakan sudah mobil pribadi si supir

Salah satu supir taksi yang saya tanya, mengaku pernah jadi WNI, karena kakaknya lebih dulu di Tawau, akhirnya dia ikut juga. Balik lagi ke kuliner, selain makanan khas melayu, dimana-mana saya menemukan chicken wings, biasanya dimakan satu bucket, rame-rame. Sampe di darat, ya chicken wings lah yang menyelamatkan saya dan cameraman dari kelaparan akut.

20130607-020329.jpg

chicken wings satu ini gerobaknya dekat hotel

Oh iya, banyak juga lho pinoy di Tawau, anak-anak, remaja, biasanya ramai di pasar ikan, ikut kapal nelayan dari Filipina. Bisa dibilang mereka ilegal, masuk negeri orang tanpa dokumen, pasar ikan ini letaknya di sebelah pelabuhan Tawau.

20130607-020550.jpg

Sekitar 20 KM dari Tawau, mulailah kita di tempat antah berantah, kebun kelapa sawit, banyak TKI ilegal bermukim di sana, dipekerjakan dengan upah ilegal, salah satu TKI yang dideportasi pernah saya temui di pelabuan Nunukan, sebelum berangkat ke Tawau, masa kerjanya sudah habis bertahun-tahun ia menikah dengan tenaga kerja asal Filipina di Sabah, sudah punya anak…kepikiran, istri anaknya bagaimana ya?

Nah kembali ke Tawau, malamnya beda sekali, club, tempat karaoke remang-remang, dikuasi pengusaha-pengusaha asal Indonesia, dan…pinoy sebagai escortnya…jangan harap lihat pinoy secantik yang di TV. Salah satu lady escort saya wawancara, Tawau hanya tempat sementara, sebelumke Dubai. What a dream. Ada yang menggelitik, miras oplosan juga dijual, dan…KW.

20130607-021200.jpg

jack’d a- like foto diambil di toko kelontong satu blok dari klub remang-remang

Judi di Tawau juga jadi komoditi, mainan rakyat, disebutnya begitu, dan ternyata banyak juga “bank” yang menyediakan jasa pinjaman. Judi terang-terangan!

SONY DSC

SONY DSC

untungnya di Indonesia tidak ada beginian, tanpa judipun, Bank rentenir tumbuh subur di Indonesia

Banyak yang mengaku, WNI yang sudah jadi Warga negara Malaysia, betah di Tawau, sebagian lagi, masih setia, walaupun sudah puluhan tahun bekerja di Malaysia, dan was-was menjadi warga nomor 3 di tanah orang. Itu hasil renungan saya di pesawat menuju Jakarta. Good guy Air asia, menyediakan chatime milk tea grass jelly, dan menu ala Farrah Quinn.

20130607-021551.jpg

Advertisements

Leave a comment

Filed under jalankaki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s