Duduk di KPK

Duduk di depan pintu KPK, nunggu pemeriksaan saksi kasus korupsi, sampe jam 22.00 belum kelihatan batang hidungnya. This is part of my job, and I should consider it as my privilege, rokok hampir sebungkus habis, menunggu ternyata bisa jadi pekerjaan juga.

Pada akhirnya chat dengan teman-teman via bbm,line,sampai whatsapp. Teman-teman terbaik yang bisa mengembalikan situasi yang saya rindukan.

Melamun menunggu yang tidak pasti sambil menerawang what would I’m gonna be in next 5 years, sempat terpikir, saya nggak mau doorstop sampai tua, tapi sungguh, pekerjaan ini begitu adiktifnya, suatu kemewahan bagi saya dan rekan-rekan wartawan lain yang mungkin merasakannya.

Lagi-lagi timbul satu pertanyaan ketika melamun, do I have to change my way to see the opportunity, or waiting for the next searching?

Antara lamunan saat menunggu, dan menerawang apa yang kita tunggu, di saat inilah, saya merasa menemukan jalan keluar, yang kita inginkan hanya bebas dengan sedikit rasa skeptis agar tidak utopis. Ketika kita bingung, cobalah sedikit melamun, menerawang, hingga akhirnya menemukan sesuatu hal yang selama ini mungkin mengganjal di pikiran.

Advertisements

Leave a comment

Filed under Killing time

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s