Chiang rai, night bazaar

Chiang rai terletak di dataran tinggi utara thailand dan berbatasan langsung dengan myanmar dan laos. Jaraknya 891 km dari kota bangkok. Populasinya sekitar 200 ribu jiwa.

Sama seperti pasar malam lainnya dimanapun, ramai dan banyak barang2 unik yg dijual. Wisatawan serasa wajib datang kesini, karena inilah tempat paling ramai di kota chiang rai. lepas pukul delapan malam, kota ini sudah mulai tidur.

Berbagai macam produk kreatif dijajakan, tetapi tantangan tersendiri bagi pelancong, karena kendala bahasa. Mayoritas penjual disini tidak Bisa berbahasa inggris.

Untuk transaksi tidak masalah, tetapi untuk bertanya tentang filosofi dan asal usul kerajinan tangan yang akan dibeli, bisa jadi membuat frustasi.
Kadang bahasa paling dasar, seperti bahasa isyarat tubuh jurus paling ampuh untuk bertanya.

Saya beruntung menemukan satu toko, yang penjualnya bisa berbahasa inggris, ia menjual hasil kerajinan tangan dari komunitas kecil di pelosok chiang rai. Topi, dompet, tas, pakaian, menggunakan motif kain khas, dengan sedikit modifikasi apa yg turis inginkan. Cerdas!

Barang-barang yang dijual relatif murah, mulai dari lima ribu rupiah, hingga ratusan ribu. Percampuran budaya sangat kental, dilihat dari barang2 yang dijual. Motif-motif kain, tidak ikut pakem sutera khas thailand pada umumnya, tetapi ada unsur motif kain suku-suku di pelosok myanmar. Berbatasan langsung dengan myanmar, sebagian suku akha, lahu, palong, lu mien yao dan karen, ada di chiang rai.

Salah satunya adalah perempuan suku akha yang berjualan di chiang rai night bazaar, menggunakan pakaian adat yang dieebut piehong, ramai dengan manik2 mencolok.

Disini juga tersedia 40 counter makanan, dengan menu yang kebanyakan seragam. Puas berbelanja, wisatawan bisa langsung makan malam.

Ada makanan yang menurut saya tidak lazim dijual di tempat umum, dan langsung menyita perhatian saya. Serangga. Salah satu menu pokok suku akha.Dengan harga 30 bath, atau sekitar 9000rupiah serangga renyah siap disajikan jadi cemilan murah, tapi berprotein.

Makan serangga bukan bagian terbaik, tetapi melihat betapa chiang rai bebenah untuk siap menyambut wisatawan, padahal jauh dari pusat dan terletak di perbatasan, membuat saya iri. Kapan indonesia bisa begini?

20120619-163204.jpg

20120619-163222.jpg

20120619-163236.jpg

20120619-163246.jpg

20120619-163255.jpg

20120619-163319.jpg

Advertisements

2 Comments

Filed under jalankaki

2 responses to “Chiang rai, night bazaar

  1. No name

    seru 🙂

  2. Bagus Pano ceritanyaa..lanjutkan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s