Poso

isu teroris barang jadi merupakan komoditas bagi segelintir orang. Tapi buat saya, kata teroris adalah tabu. Bermula dari kejadian penembakan tiga orang polisi di kantor BCA cabang palu, jl. emy saelan…dua orang pelaku penembakan akhirnya ditangkap polisi, namun dua lagi melarikan diri hingga hutan tangkura.

Motif yang saya pegang dari awal: Dendam terhadap polisi, dan pelaku tindakan kriminal dengan sasaran polisi.

lanjut pada kisah pengejaran, sementara dua yang tertangkap Anto, bersama satu rekannya mendekam di sel polsek palu, dua lainnya lari ke hutan tangkura. Tim gabungan mencoba menyisir hutan yang cukup luas, membawa senjata, tapi tanpa alat navigasi yang memadai (kenapa saya bilang begitu) karena saya tidak melihat mereka membawa gps, minimal peta. berhari-hari pencarian dilakukan, beberapa kilometer dari tangkura, dekat dengan sungai poso, warga melihat keberadaan dua orang yang mencurigakan…
Target pencarian 10 hari akhirnya rampung, di hari ke 10, dua tersangka ditembak di tempat, memang saat kejadian saya sempat mendengar bunyi tembakan, sekitar lima kali…

cerita lucu dibalik pengejaran, kapolsek poso bilang, saat penembakan, ditengah kebun coklat, dua orang tersangka bersembunyi di sebuah gubug, untungnya salah satu polisi batuk, mereka keluar dari gubug (kapolsek keceplosan) langsung di tembak.

ok, lanjut lagi, tapi rilis yang kami dapatkan, sempat terjadi perlawanan antara DUA orang tersangka, dengan satu pleton tim yang diturunkan.

Beberapa hari, sempat ada cerita di hutan tangkura, saat polisi masuk dan menemukan dua tersangka itu, polisi (mungkin samapta) menembak dengan tangan gemetar, lalu? salah satu orang yang dikejar berkata “kau polisi masih baru saja, sudah berani kejar kami” ya, dua tersangka kabur lagi sambil tertawa.

Dalam penggerebekan di rumah Anto, polisi menemukan alat-alat pembuat bom, paku, sulfur, peluru, peta, dan banyak lagi…*err menurut saya, bisa jadi barang bukti yang terlalu rapih ini sebenarnya tidak dari rumah Anto.

Salah satu tim labfor bilang, “coba itu sorot sparepart motor” beberapa saat kemudian, ketika rilis sudah keluar, benar saja, motif Anto cs bertambah “jaringan pelaku curanmor”.

Kenapa di Poso? saya sangat marah, poso masih memiliki trauma, sisa-sisa kerusuhan masih terlihat, dari rumah-rumah yang terabaikan sepanjang poso pesisir…

Ust. Adnan Arsal bilang, kalau jaringan Anto, merupakan jaringan baru, tidak ada kaitannya dengan JAT, maupun jaringan lama Poso, mereka itu merupakan anak kemarin sore, yang sama seperti kebanyakan remaja pada umumnya, punya emosi yang masih belum stabil. Anto cs terbilang remaja, umurnya 20an, tapi tidak berhenti sampai di situ saja…

Back to basic! motif apa yang mendasari Anto cs melakukan penembakan? berdasarkan video amatir (yang orang-orang satu poso juga tahu) Anto mengaku dendam terhadap polisi, ia pernah dirazia, dan dipukul oknum polisi yang tidak bertanggung jawab.

Saat pengejaran masih berlangsung, banyak kejadian aneh di Poso, entah sponsornya siapa, penemuan 12 rangkaian bom yang masih baru, di tempat ibadah umat nasrani yang besoknya akan menjalani ibadah paskah…ini aneh, karena rangkaian bom masih baru, dan lucunya, bukan ciri umum bom di sulawesi (berdasarkan pengakuan salah warga di poso)…

Untungnya Poso tidak panas, Tambaro menjadi tempat terakhir teman-teman Anto bernapas, disanalah peluru begitu mudahnya dikeluarkan…

Kembali ke Palu, gelaran barang bukti pun dilakukan, kumpulan barang bukti itu:
3 senapan laras panjang, dua lainnya hasil rampasan (sisanya tidak penting)
kapolda bilang, dua-duanya hasil rampasan saat penembakan tiga polisi di palu…namun, dari video amatir, beberapa saat setelah penembakan, satu senjata diamankan, senjata lainnya di bawa salah satu polisi yang selamat, jadi seharusnya hanya ada satu senjata yang dirampas.

sebenarnya ceritanya masih banyak lagi, tapi lebih baik cukup sampai disni, intinya jangan bangunkan macan yang sedang tidur, kini Poso tenang, jangan diusik lagi. Catatan juga bagi polisi, bukan berarti orang yang memegang senjata punya kuasa untuk membuat orang lain terasa lemah, dendam yang tersimpan, bisa jadi senjata makan tuan. Harusnya Polisi punya koreksi sendiri, lebih tepatnya revisi, yang salah biarkan salah namun melakukan perbaikan, dan bukan menutupi apa yang seharusnya menjadi salah.

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s