Another story about Bima

Kuda Bima? sudah biasa, kuda cebol yang sedikit lebih besar ukurannya dari kambing bandot…lain tempat lain cerita, sebuah pesantren tradisional, umar bin khatab, di desa sanolo, bima, tiba-tiba jadi sorotan, sebuah benda diduga bom meledak, di salah satu bilik ponpes. bunyinya juga terdengar radius 2 km. nah benda yg meledak itu meninggalkan bekas, tidak terlalu dalam, hanya diameter 15 cm, dan kedalaman 10 cm, kenapa dampaknya besar sekali, hingga menewaskan satu pengajar di ponpes itu?

saat ponpes dikepung, ratusan orang membawa senjata, tombak, parang, panah, pedang, hingga belati, untuk menjaga ponpes…polisi mengepung ponpes agar abrory (pimpinan ponpes menyerahkan diri)…

namun ponpes akhirnya dalam keadaan kosong, ketika semua orang berhamburan kabur, saat memakamkan salah satu pengajar ponpes yang tewas saat ledakan…

kembali lagi, saya menyaksikan adegan penyisiran, pengumpulan barang bukti, 13 kali terdengar suara ledakan di sekitar pondok pesantren…ya, itu benda-benda yang sengaja diledakkan polisi…

singkatnya, saat gelaran barang bukti, ada satu notes rapih, tentang penyerangan sebuah polsek, lagi-lagi polisi mengarahkan kami, wartawan, untuk menyorot notes itu…

janggal…ada denah, hingga nama-nama polisi, lengkap beserta jabatannya, posisi duduknya, dan posisi pekerjaanya…sedangkan santri ponpes umar bin khatab dapat terciri dengan jelas, dari pakaian (ok kalau menyamar bisa saja) dari fisik, perawakan, hingga gaya bicara? do..oh..

janggal berikutnya adalah, polisi telah mengirimkan intel, jauh sebelum ledakan, namun kenyataanya, mengapa sangat sulut sekali menemukan motif ledakan? padahal letak ponpes sendiri sangat mudah dijangkau kota.

lebih janggal lagi, Abrory selama pencarian, berada di rumah orang tuanya tidak jauh dari desa sanolo, tapi mengapa baru beberapa hari penagkapan dilakukan, itupun hasil negosiasi, dan Abrory menyerahkan diri…

disinilah, sepak terjang Abrory ditinjau lagi, banyak berita spekulan, abrory merupakan jebolan poso, maupun mindanau (saya tidak begitu yakin), orang tua abrory bilang, ia tidak pernah ke mindanau maupun poso, namun selepas sma pernah belajar, dan mengajar di pondok pesantren di jawa…(i wont tell the name, but it related with another suspect bombing scandal) ya, tidak semua pondok pensantren “identik” dengan skalndal bom, dan teror, dan tidak semua santri yang ada di ponpes yang sudah dicap sebagai pencetak “teroris” adalah teroris!

Satu lagi, mungkin, pemgingat bagi Polisi agar: Kerja yang bener pak! malu sama jabatan, kalo bisanya cuma tipe-ex

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s