Tambang Salah Urus

Di Kabupaten Manggarai Timur, Desa serise, Satu desa yang dulunya merupakan desa nelayan, belakangan menjadi desa penuh teror akibat orang-orang serakah. Tambang Mangan merusak laut, limbahnya langsung lari ke laut, membuat air di pesisir berwarna kelam. Nelayan pun harus melaut lebih jauh lagi untuk mendapatkan ikan, berisiko tinggi? pasti. Sebagian besar dari penduduk di desa serise sekarang alih profesi menjadi buruh tambang. tidak jauh dari desa, tepatnya di atas bukit, terdapat cekungan hasil pengerukan mangan. Di sanalah mereka menjadi buruh, sudah tidak menjadi tuan di tanahnya sendiri. Tiba-tiba saja, tahun 90’an lalu, mendadak truk-truk besar melewati desa mereka, dalam beberapa bulan kedepan, aktifitas tambang pun mulai terdengar.

Sudah banyak korban akibat debu mangan, tambang salah urus tanpa pengawasan dari pemerintah, membuat satu desa berpenyakit, bahkan anak-anak. Gerakan anti tambang, yang didukung uskup manggarai raya juga sudah mengupayakan agar aktifitas tambang di hentikan.

inilah gambaran Indonesia, memangnya mereka boneka? mereka juga manusia yang punya nyawa, penambang asal-asalan yang tidak mempedulikan warga desa serise harusnya minggat dari dulu, sekarang, mata airpun sudah tercemar debu mangan, bahkan kabar terakhir, seorang istri meninggal karena paru-parunya menghitam…

Advertisements

Leave a comment

Filed under jalankaki, renungan relung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s