Surga Zaman Jura

Saya penggemar film sci-fi, Jurassic park trilogy, yeah…skip dulu dari film thingy, kategori baru dalam blog ini ‘jalan kaki’ bertujuan untuk menceritakan pengalaman perjalanan saya, well, seingat saya mungkin…

speaking of Jurassic, saya pergi ke Labuan bajo, masalahnya sih sebenarnya tentang, penambangan yang salah urus. kebanyakan disana tambang mangan (bahan pembuat batu baterai) limbahnya? tentu saja kebanyakan langsung dibuang ke laut, belum lagi masalah sampah plastik yang dibawa turis maupun penduduk lokal ke mana lagi kalau bukan ke laut…padahal, labuan bajo merupakan daerah penyangga ekosistem Taman Nasional Komodo (TNK). Ada gerakan anti tambang disana, berikut dengan plasticman (gerakan cinta lingkungan), keduanya bermaksud baik, sebutlah Pater Marsel Agot, Mache (wartawan koran lokal), sampai Papa Jo (Pemilik penginapan) they do concern about the future of NTT, khususnya di labuan bajo.

Saya penggemar film sci-fi, Jurassic park trilogy, yeah…skip dulu dari film thingy, kategori baru dalam blog ini ‘jalan kaki’ bertujuan untuk menceritakan pengalaman perjalanan saya, well, seingat saya mungkin…

speaking of Jurassic, saya pergi ke Labuan bajo, masalahnya sih sebenarnya tentang, penambangan yang salah urus. kebanyakan disana tambang mangan (bahan pembuat batu baterai) limbahnya? tentu saja kebanyakan langsung dibuang ke laut, belum lagi masalah sampah plastik yang dibawa turis maupun penduduk lokal ke mana lagi kalau bukan ke laut…padahal, labuan bajo merupakan daerah penyangga ekosistem Taman Nasional Komodo (TNK). Ada gerakan anti tambang disana, berikut dengan plasticman (gerakan cinta lingkungan), keduanya bermaksud baik, sebutlah Pater Marsel Agot, Mache (wartawan koran lokal), sampai Papa Jo (Pemilik penginapan) they do concern about the future of NTT, khususnya di labuan bajo.

Sempat membahas TNK & Jurassic, Beyond my imagination, trekking at Rinca island was like travel to unknown time dimension, it feels like back to jurrasic age, or it might be on the movie scene. yes, Semua vegetasi di TNK masih asli, tidak ada yang ditambah-tambahi atau dikurang-kurangi. ‘Mahluk’ lokalpun juga masih asli; KOMODO. Saya ke Pulau rinca bersama keluarga papa jo, melewati jalan setapak selama 1 jam, masuk ke dalam hutan, melihat sarang komodo, harus waspada dengan lingkungan sekitar (kalau-kalau komodo menyerang tiba-tiba). rasanya seperti ada t-rex mengikuti saya. Vegetasi yang jarang ada di pulau jawa, dan best scene; Hijau yang berbeda yang ditawarkan surga zaman jura.

Lelah? pasti, namanya juga trekking, was-was, tentu saja, walaupun sudah ada 2 ranger yang mengantarkan saya trekking.

The anti-climax

Nah, perjalanan dari labuan bajo menuju pulau rinca sendiri makan waktu kurang lebih 2 jam, tapi bisa lebih singkat dengan menggunakan speed boat. sampai di dermaga loh buaya, air di dermaga saja sudah jernih, mahluk laut sudah pasrah mau diapakan saja di dalam sana, buktinya mereka sama sekali tidak bergeser dari posisi nyamannya.

melewati hutan bakau, akhirnya saya sampai di pos masuk, tentunya sebelum trekking, pengunjung diberikan ‘ceramah’ to-do and not-to-do. here some tips: pakai sandal gunung lebih enak (jangan pernah pakai sandal jepit), bawa air minum, ipodmu tidak berguna nak!, jangan lupa bawa camera…

here’s the photos

Next spot…Another heaven’s treat… snorkel, beach, pinkish sands, and sun!

Advertisements

Leave a comment

Filed under jalankaki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s