Between Eyes, Angel, and snake

I don’t know who I am, ya itulah yang say apikirkan sekarang, saya merasa kehilangan diri saya, dulu a simply explorer came out from the shell, punya hati yang baik sekali, seperti ada malaikat yang selalu melindungi saya dari keinginan untuk berbuat jahat. Sekarang, saya menjadi orang yang berbeda, kenapa saya tidak naif lagi1 saya benci ini, hidup saya mulai realistis, angkuh terhadap situasi, saya benar-benar tidak kenal lagi diri saya, berubah menjadi kasar, dan egois, licik, dan semuanya seperti tidak terkendali. apakah benar, banyak kepribadian di sudut otak kita yang belum kita kenali, dan saat ini mulai terlihat satu persatu?

adakah kepribadian dominan yang bisa mengendalikan semua sub kepribadian yang susah dikendalikan, yang sama sekali tidak mencerminkan saya seutuhnya, sungguh, lingkungan saat ini membuat saya benar-benar jenggah, dan lepas kendali. Saya seperti mata, yang siap melihat apa saja, di kekang malaikat, dan dibisiki ular yang tiba-tiba menuntun saya pada satu pintu: realitas. Bahwa realitas muncul dari sesuatu yang di indentifikasikan jahat? sangat disayangkan apapun yang sifatnya baik, hanya mimpi sekarang, hati nurani ini entah dimana, seperti sebuah utopia, yang harus saya temukan, tapi entah dimana.

apakah dampak dari sebuah beban kerja, persaingan tidak sehat di kantor, yang membuat saya ketularan untuk menjadi jahat, oh saya benci ini, saya benci ketika harus menyusun survival strategy at the office jungle.

Masih banyak yang ada di dalam diri saya yang belum disingkap, mudah-mudahan saya menemukan sesuatu yang melengkapi diri saya menjadi sesuatu, tentunya diri saya sesuai dengan kehendak saya.

I try to learn how to make poker face, dan ternyata saya punya bakat itu secara alami. inilah yang membuat saya seakan-akan saya orang paling tricky sedunia, menyembunyikan apel di balik badan, sambil meringis, tangan tangan mengepal batu, dan siap untuk dilemparkan, setelah itu kembali meringis, hell no, itu bukan saya saja, sepertinya semua orang punya bakat semacam itu…well it’s my hardest phase!

Empty

Fateless

God help me please

*ps. am about to make a new tat, on sunday!

Advertisements

Leave a comment

Filed under renungan relung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s