Iman Dengan Otak

Seriously, they must be stick together.

Iman, dikatakan demikian menyangkut seberapa apiknya manusia menjaga hubungan vertikalnya dengan sang pencipta. Hadirnya sebuah dialog batin mengenai mana yang benar dan mana yang salah didalangi oleh iman manusia itu sendiri. Saya harap iman dalam diri manusia selalu membawa kebenaran, tetapi apa jadinya apabila iman seseorang tidak diimbangi dengan otak?

Iman bisa menjadi sebuah bumerang, keimanan seseorang bisa berubah menjadi ekstrim, apabila tidak diimbagi dengan ilmu. sebut saja, bahwa semakin tinggi iman seseorang, hendaklah ia semakin memperbanyak makanan otaknya. Seorang pengkhayal ulung butuh banyak usaha untuk mewujudkan khayalannya, seorang yang beriman butuh ilmu logis untuk mengasah kemampuan batinnya untuk menunjukkan betapa cintanya ia terhadap tuhannya.

Ilmu yang tinggi, otak yang cemerlang dengan pikiran yang logis, butuh iman yang kuat agar tidak terpental oleh daya otaknya sendiri, bayangkan jika iman dan otak terpisah, jalan sendiri-sendiri, well we could see on newspaper, or media sack about that. banyak contohnya apabila kedua hal tadi tidak berjalan beriringan, semua akan bermuara pada gangguan nalar seseorang, bahkan jiwanya, dan tak kalah pentingnya; akan merugikan orang-orang di sekitarnya.

Advertisements

Leave a comment

Filed under renungan relung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s