Gempa.

Musibah datang bertubi-tubi di Indonesia, terakhir yang kita ketahui adalah; gempa di Sumatera Barat. saya sendiri mengakui bahwa kita sedang diingatkan tuhan, saya di sini yang tidak terkena musibah memang mengakuinya sebagi pesan tuhan terhadap umatnya, bahwa kita harus memperbaiki segala kesalahan yang telah kita buat. Tetapi di Gintung, Tasik, dan Padang (lalu apabila terjadi pada diri sendiri) jujur saya katakan bahwa saya akan sangat sedih sekali jika segala musibah yang menimpa adalah sebagai pengingat, karena seandainya saya adalah korbannya, saya berpikir bahwa sebegitu murkanya tuhan pada saya dan banyak orang. Marilah kita mulai membenahi puing-puing, mencari saudara kita, mencari apa yang sudah lama kita lupakan, kearifan, kesederhanaan, kesabaran, dan rasa ikhlas. Saya tiak bisa berhenti berpikir bahwa saudara sebangsa saya sedang menderita, merintih di seberang pulau. mulailah kita saling membantu, mencari apa yang sebenarnya mereka butuhkan, marilah kita lebih peduli, perlakukanlah mereka seperti ibu kita merawat kita.

berduka, pasti. tetapi tidak terlarut. daripada berduka, lebih baik saya berharap sekaligus berdoa, agar saudara-saudara kita diberikan kekuatan untuk saling bahu membahu bangkit kembali.

Advertisements

Leave a comment

Filed under renungan relung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s