Monthly Archives: August 2009

BANGSA BEBAS

pkhs_birds_white_red_LRG

Kemarin Indonesia merayakan hari jadinya ke 64, banyak yang terjadi kemarin. perlombaan, sail to bunaken, pengibaran bendera dan penurunan bendera di istana, sampai tawuran antara SMA 6 dan 70 (yang terakhir ini F*ck up banget, abg t*i).

Kita bangsa yang mengaku merdeka 64 tahun lalu, lewat perjuangan pahlawan kita (ada cerita yang benar-benar heroik, ada yang ditutup-tutupi, dan ada yang dilebih-lebihkan, tergantung kepentingan siapa) tetapi yang pasti semua orang yang merasa berbangsa indonesia pada masa perjuangan adalah sejatinya pahlawan.

beruntung bagi kita yang hidup di era kini. yang hanya kita lakukan adalah menikmatinya, mengakuinya bahwa kita telah merdeka, bahwa kita sudah tidak teraniaya lagi.

Nyatanya sebagian besar dari kita, dan anehnya merasa sebagai kaum marginal malah merasa terjajah, karena mental terjajahnya itu yang timbul setelah anti klimaks kita merdeka. mental terjajah adalah racun pemalas yang susah hilang karena pupuk oleh penjajah tidak terlihat (means memakan bangsanyan sediri untuk kepentingan pribadi). lalu jadi apa kita seharusnya supaya tidak bermental penjajah?

Lewat usaha kecil yang kita bisa lakukan adalah, mulai sadar akan konsep kepemilikan, Indonesia anggaplah milik kita, aset kita, yang harus dijaga, semacam harta yang tidak ternilai harganya, yang tidak bisa ditukar dengan apapun. anggaplah ini usaha sendiri bukan kolektif. karena bila kita menunggu langkah ini secara masal, tidak ada gunanya juga, kapan akan di mulainya?

karena kita sudah menganggap indonesia sebagai jantung kita, hidup kita, harta tak ternilai kita, lalu jauhkanlah dari pengacau…misal; teroris (musuh nyata kita), jamur-jamur fungsional pemerintah, dan semua orang yang menjual negaranya demi kepentingan pribadi. setidaknya ada perlawanan walaupun sedikit. tidak tahu juga, saya sedikit skeptis, clueless…

1 Comment

Filed under Uncategorized

Daily wishes

2332691037_d4e3fc41f7Bangun shubuh, sholat dahulu, lalu lari pagi, setelah itu sarapan bubur atau ketupat sayur padang yang dijual di dekat rumah, hanya 2 blok saja jaraknya. setelah itu siap-siap untuk mandi. menyetel CD kesayangan yang baru saja dibeli tadi malam, lagu-lagu dari Morcheeba, menenangkan jantung yang berpicu kencang di pagi hari. Setelah itu bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, memanaskan Liberty tercinta, dan merokok barang sebatang.

Rutinitas kantor sehari-hari, dengan mobilitas yang tinggi, sorenya setelah pulang kantor menyempatkan diri untuk ke toko buku, membeli buku ‘worth to read’, dan di akhiri dengan kopi starbucks yang memang tiada duanya. serius membaca buku sambil memutar playlist di Ipod, dan bersantai sejenak di sofa empuk milik starbucks.

Sesampai dirumah, hari sudah gelap, adzan maghrib berkumandang, sholat maghrib, lalu memainkan sedikit hobi yang melekat sejak SD, menggambar, tentunya mendengarkan Nine Inch Nail tidak ada salahnya.

Menjelang malam, waktunya untuk meghibur diri dengan menonton DVD kesayangan, film seri yang belum sempat ditonton.

I Made that notes when I was school, itu bayangan saya tentang bagaimana nnatinya saya setelah 20 something.
apakah saya menyesal bayangan saya jauh dari kenyataan? saya tidak pernah mendapatkan rutinitas seperti itu….then I took some mirror, at least saya merasa tidak sendirian seperti bayangan saya waktu itu.

So what you really want? sebenarnya tidak tahu sama sekali, hanya mengikuti pola saja, semoga berhasil.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Pelajaran untuk ditampar

Semuanya ayo mengaku kalo kita ini sangat egois, saya baru menyadari kalau saya begitu egoisnya.
Merasa acuh pada orang yang paling kita sayang di dunia ini, karena satu yang lain hal, bahkan saya ingin menghindar. dia yang berbuat masalah, lalu saya yang membenahinya? itu yang ada dibenak saya skrg, tapi dia orang yang saya sayangi, dia ibu yang melahirkan saya, apapun masalahnya saya harus membantu semaksimal mungkin, walaupun harus sampai pasang badan, lalu saya berpikir, mau sampai kapan saya juga harus membangun hidup saya sendiri, membangun mimpi saya…berkali-kali saya merasa kekurangan, tapi pada akhirnya saya seperti sedikit ditampar, “berapapun besarnya nominal, tenaga, dan segala upaya yang kita keluarkan, walaupun nantinya tidak dibalas dengan layak, ujung-ujungnya tuhan akan memberikan balasan jauh lebih baik dari apa yang kita pikirkan, asalkan ikhlas untuk menolong orang tua, ingat kalkulator yang kita miliki berfungsi ganda, 1. kalkulator untuk menghiung secara riil, 2. kalkulator hitung-hitungan tuhan…
Saya mencoba untuk ikhlas menjalani ini semua, dan berusaha untuk tidak egois.

hasilnya, saya puas melihat sedikit senyum dari ibu saya, memang saya tidak punya waktu lagi untuk mengalami hal-hal yang terindah di usia seperti saya, atau tidak mampu membeli kamera incaran saya, atau mobil idaman saya, tapi…bukankah kebahagiaan ibu jauh lebihj penting?

Mom, i’m on your side…

lalu, setelah itu adalagi kejadian… Temannya teman saya meninggal akibat sebuah tragedi kebakarabn baru-baru ini, gadis muda mantan model, dengan karier cemerlang…sekali lagi saya benar-benar merasa seperti ditampar, hidup terlalu singkat untuk menjadi egois.

1 Comment

Filed under Uncategorized