Monthly Archives: July 2009

SAYA TIDAK TAKUT DENGAN ‘PENGECUT’

Kemarin, setelah lama tidak terkejut oleh pengecut yang beraksi, tiba-tiba saja jakarta kembali panas oleh dua bom yang meledak di hotel J. W Marriot dan Ritz Carlton. Pengecut itu entah berdasarkan motif apa menyebut diri mereka pemberani, memberi umpan seseorang yang bodoh sebagai pelaku bom bunuh diri. Orang yang melakukannya (entah itu otak pelakunya) pasti tidak punya hati dan bahkan tidak punya hasrat sex, hidup datar dan mungkin schizophrenia. Sugesti kita sudah terlanjur terbentuk, bahwa ‘kejadian kemarin merupakan kejadian yang biasa, karena kita telah sering mengalaminya’, yang harus kita ingat, berkat kejadin kemarin timbul semangat baru, semacam penyegaran untuk pengujian nasionalisme kita masing-masing, apakah kita layak disebut bangsa indonesia? apakah kita mampu bersatu ditengah kondisi seperti ini?, saya yakin kita bisa bersatu. saya tidak takut sama sekali oleh mereka, apabila bertemu di tengah jalan dengan pengecut-pengecut itu, apa yang akan saya lakukan? (sedikit ekstrim) saya culik, siapkan silet, menyayat kulitnya, saya gantung kakinya, lalu saya tinggalkan bersama segerombolan tikus supaya mereka mati tersiksa perlahan-lahan seperti trauma yang susah hilang di hati kita masing-masing oleh tindakan teroris, untungnya masih ada neraka, apabila mereka susah diingatkan secara logis, toh masih ada malaikat yang nanti akan menjelaskan kesalahan mereka di neraka. Kita hanya bisa mengelus dada atas amarah yang susah dipendam.

Advertisements

1 Comment

Filed under Uncategorized