Monthly Archives: December 2008

Ilmu tersesat

Dari dulu, sampai sekarang saya tidak pernah percaya dengan ilmu sesat, atau segala bentuk klenik, dunia gaib yang lainnbya, saya percaya tuhan, Allah SWT dan apa yang tersirat di dalam Al-Quran. dunia ini begitu sempitnya oleh orang-orang dengan pemikirannya yang tesesat, karena tidak punya pegangan. suatu tidakan pengecut seseorang yang tidak bisa menghadapi kenyataan bahwa dirinyalah yang bersalah dan harus menerima hukuman yang setimpal.

Sampai saat ini, saya masih belum bisa percaya. Hal itu terjadi pada keluarga saya. ada yang bilang bawa kami diserang, oleh ilmu-ilmu sesat, karena ada saja orang yang punya pikiran sempit, pengecut, yang tidak berani menghadapi kenyataan.

Saya santai saja menghadapi segala kepanikan, karena saya masih punya tuhan, begitupun keluarga saya. selama saya tidak mempercayai bahwa ilmu tersesat itu ada dan bisa menghabisi manusia yang diserangnya, saya yakin saya tidak akan kenapa-kenapa.

ayolah duel dengan saya, berkelahi sampai berdarah. jangan beraninya menggunakan ilmu-ilmu yang tidak saya percayai. dasar orang takk tahu diri.

Leave a comment

Filed under Killing time

Teknologi mengerti anda

hahahaha,sekali rasanya, teknologi begitu dekatnya, dunia begitu kecilnya. wifi, hsdpa, yup everything more cheaper now,dan itu menjadi salah satu public interest dimanapun berada, di jakarta terutama. sekarang akses internet begitu mkudahnya dijangkau, tidak perlu susah-susah lagi connect telkomnet yang lumayan membuat tagihan telpon rumah membludak, atau ke warnet berlama-lama, inggal tekan tombol connect dengan menggunakan teknologi hsdpa, ataupun wifi, semuanya menjadi sangat mudah dan murah, tak terkecuali bagi orang yang masa malas menghitung rincian biaya tagihan internet, hahahahaha. Tapi tunggu dulu, itu baru di Jakarta, dan beberapa kota besar, bagaimana dengan daerah-daerah terpencil di ujung sana?

Ok akses internet yang mudah didapat sekarang memang membawa angin segar, namun, apa saja yang saya harus lakukan check emal, browsing, attaching, downloading, uploadig, mengisi blog seperti sekarang, chat, more than that… I have no idea, sometimes I need more than just Internet, kinda like boring anyway, karena mungkin seringnya update…atau apalah…yup mungkin beberapa hari tidak menyentuh teknologi ini bisa menjadi terapi long term relationship dengan internet. so…teknologi tidak begitu mengerti anda kan…

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Changing

Changing…salah satu lagu dari tahiti 80, changing, change, berubah…

Anita Roddick pernah berkata (yang saya ingat & intepretasikan) manusia tidak akan pernah bisa melawan kehendak alam, konteks perubahan yang terjadi dalam diri manusia seperti apa yang dikatakan Anita adalah, bahwa tidak ada manusia yang tidak bisa tua, nilai tubuh mulai berkurang saat waktu dan alam bekerja sama, tapi kita sebagai manusia berusaha untuk setidaknya menerima perubahan itu, dan menjadikannya hal yang lumrah.

Perubahan yang terjadi di alam, oleh karena ulah manusia tidak tahu diri seperti kita ini, membuat segala sesuatunya menjadi semakin sulit, mungkin yang dimaksudkan dalam perkatan Anita bukan itu, cenderung kedalam tubuh manusia, kita bukan mahluk sintetis, dan bukan juga kayu jati.

Berbicara tentang perubahan, lingkungan sosial juga membantu kita untuk berubah. Berubah dalam bersikap, berubah sesuai dengan usia yang dipengaruhi oleh sifat-sifat mendasar manusia dengan alam dan waktunya. Pernah saya melihat seorang VJ baru, sekitar tahun 2003, dulu ia begitu polosnya, begitu malunya, setelah selang beberapa tahun, semakin banyak yang ia dapat, semakin sering wara-wiri, semakin tua umurnya, dan peilakunya pun berubah. atau pernah saya melihat wawancara seorang aktris yang bisa menyanyi kala itu (sekitar tahun 2000-an) bersikap begitu hati-hatinya diwawancara, dan sekarang setelah sukses dalam bernyanyi sekaligus menjadi aktris ternama, ia begitu terbukanya, tidak ada perasaan hati-hati seperti beberapa tahun yang lalu.

Ada seseorang yang dituntut untuk berubah di dalam lingkungan pergaulannya, secara tidak sadar ia pun berubah, atau ada seseorang yang harus bisa menyesuaikan diri dan berubah di lingkungam barunya. apakah memang esensi manusia terhadap semua eksternalitas yang ada harus menuntutnya menjadi pribadi yang kompleks? atau mungkin pribadi yang dapat menyesuaikan? jadi siapakah sebenernya manusia, apakah kita bisa tahu sesungguhnya manusia itu apa?

Kita bisa tahu diri kita manusia macam apa setelah kita mengetahui evaluasi yang terjadi. tetapi tetap tidak bisa ditemukan bahwa kita manusia, adalah sosok yang begitu takutnya terhadap momok perubahan.

Seorang ibu berusaha menutupi kerut di sekitar matanya dengan (apa itu namanya saya juga tidak tahu) sesuatu. Seorang anak di alaska mulai membeli coat yang tidak terlalu tebal, seorang bocah laki-laki menindik pelipisnya karena teman-teman di sekitarnya adalah anak-anak skin head. Perubahan terjadi juga dengan atribut manusia, perubahan selalu terjadi. apapun bentuknya perubahan selalu menimbulkan kecaman dan pujian, kecaman terhadap kebijakan baru suatu negara, kecaman seorang ibu karena dagunya sudah kendur, kecaman seorang ayah karena perutnya membuncit dan rambutnya menipis, atau pujian seorang anak laki-laki ketika suaranya mulai berubah dan mungkin pujian seorang gadis belia ketika buah dadanya mulai membesar. ketika semua perubahan terjadi, tidak ada waktu lagi untuk berpikir. kita adalah manusia yang begitu khawatirnya dengan perubahan, dan begitu mudahnya untuk berubah.

4 Comments

Filed under Uncategorized