Cerita kala hujan

sejak disini, hujan tidak lagi menyegarkan, membasahi tanah yang meletak dan menjadikan udara sejuk. hujan membuatku semangat menjalani hari, karena udara yang sejuk membuatku tidak panik.

it’s been 9 days left from now, dan waktu terasa begitu lama sekali, padahal it was only 9 days! 216 hours, it short!!!, 9 hari aku menunggu untuk mencapai tujuanku.

Seseorang perempuan menelponku talking small stuff, I really apreciate that small stuff,  hmm not really, tapi mencoba untuk mempedulikan hal-hal kecil yang dibicarakan. lantunan lagu-lagu pop penusuk kuping juga mengiringi waktu-waktu terakhirku ditempat ini. Hari keluh kesah masih eksis, buktinya aku masih saja ber-yahoo messenger dengan teman-teman seperjuangan, dan dengan perempuan yang menelponku tadi. Aku hanya membunuh waktu. aku menunggu segala hal, daripada aku menyusahkan diriku sendiri. lebih baik diam, dari pada urusan bertambah runyam.

Aku sudah hilang kesabaran, aku tak sabar menanti masa-masa bebas dan berjaya.Sambil menunggu aku jua ber-chat dengan tanteku di belahan dunia lain, menanyakan kabarnya, segala hal yang gemerlap di New York,  tentang election days, tentang obama, atau tentang konser-konser yang ia hadiri, acap kali juga aku mengeluh.

mendung masih saja bertengger mengelayuti awan diatasnya, aku masih menyukai suasana sejuk ini. Sambil menunggu waktu, aku jug amembayangkan rasanya rintik hujan membasahi kekeringan, hawa sejuk yang semilir melewati badan dan seseorang mungkin akan berselimut tebal di tengah-tengah suasana yang nyaman

Advertisements

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s