December 20, 2009

Eliot Ness, kami butuh orang seperti anda

Tak terhitung berapa banyak media yang membahasnya, mulai dari keberhasilanya membekuk Alcapone si mafia pengggelap pajak dan tersangka dengan 5000 kasus kekerasan, sampai dengan kematiannya yang tragis. Raganya memang sudah tidak ada, terurai menjadi tak terbentuk apapun, tetapi sayangnya jiwanya, yang mempunyai sikap untuk ‘berani mati’ atas apa saja yang benar, juga sudah lenyap. Tidak ada lagi yang benar di dunia ini, media raksasa punya si ‘yahudi’ itu kah, agen-agen resmi US yang selalu mengaung-gaungkan kata-kata ‘top secret’ kah, orang bersorban di tengah gurun pasir kah? atau biksu khusyu yang berdoa di kuilnya?

entah mengapa, begitu banyaknya kepentingan pribadi di negeri ini, saya dan hampir semuanya. seseorang disogok dua mercedez benz untuk melegalkan ‘illegal logging’ (padahal nilai tukarnya justru jauh lebih bernilai ribuan ton kayu, atau ribuan hektar hutan yang dibabat, shame on you pejabat), lalu beberapa orang pintar tidak menemukan apa-apa di negeri ini, mereka pergi jauh ke negeri lain untuk berkarya (bukan salah mereka karena tidak difasilitasi di sini), betapa malunya kita dengan dibayar satu rupiah kita bisa berikan apa saja kepada orang-orang yang ingin mengambil banyak keuntungan dari negeri ini.

Teman, kita renungkanlah, apa yang terbaik untuk bangsa ini, bagaimana caranya kita mengahdapi ‘pertukaran’ menggoda itu, bagaimana caranya agar kita tidak menjual bangsa ini

“saya lebih baik mati kekeringan, dari pada harus menjual bangsa ini” saya kutip dari seseorang yang benar-benar mengubah pola pikir oportunis ini.

December 16, 2009

Semangat Indonesia

Olahraga yang minim prestasi…dua dekade ini kita semua merasakan, olahraga beregu terutama. Menpora akan fokus terhadap olahraga individu dan beberapa cabang yang terukur. demi mendulang emas skala prioritas pun akan segera dilakukan, sayangnya cabang-cabang yang tidak beruntung bernasib layaknya kemunduran prestasi mereka.

Kita kemudian lalu berbicara tentang minimnya sarana olahraga yang dikhususkan untuk publik, bahkan yang gratis sekali pun, main futsal harus bayar kan? atau peran media yang lebih banyak menyorot turnamen asing ketimbang turnamen dalam negeri, kita butuh bangga untuk menaikan derajat kita dari kekerdilan bangsa lain terhadap indonesia. lewat kompetisi yang paling fair; Olahraga. namun bagaimana caranya bila olahraga belum memasyarakat dan menjadi atlet adalah pilihan hidup terakhir menimbang kesejahteraan atlet yang tidak berimbang dengan prestasinya.

Kita butuh bebenah diri dari dalam diri kita sendiri. untuk lebih bertanggung jawab demi menumbuhkan semangat nasionalis. biarkan sistem generasi sampah yang menduduki pemerintahan atau birokrasi sampah yang ada membuat kacaubalau semua hasil pemberdayaan, hanya diri kita sendiri yang bisa bercermin pelan-pelan merubah sistem agar semua hasil yang nantinya akan kita dapuk tumbuh menjadi bibit positif yang membanggakan.

SEMOGA

October 8, 2009

Gempa.

Musibah datang bertubi-tubi di Indonesia, terakhir yang kita ketahui adalah; gempa di Sumatera Barat. saya sendiri mengakui bahwa kita sedang diingatkan tuhan, saya di sini yang tidak terkena musibah memang mengakuinya sebagi pesan tuhan terhadap umatnya, bahwa kita harus memperbaiki segala kesalahan yang telah kita buat. Tetapi di Gintung, Tasik, dan Padang (lalu apabila terjadi pada diri sendiri) jujur saya katakan bahwa saya akan sangat sedih sekali jika segala musibah yang menimpa adalah sebagai pengingat, karena seandainya saya adalah korbannya, saya berpikir bahwa sebegitu murkanya tuhan pada saya dan banyak orang. Marilah kita mulai membenahi puing-puing, mencari saudara kita, mencari apa yang sudah lama kita lupakan, kearifan, kesederhanaan, kesabaran, dan rasa ikhlas. Saya tiak bisa berhenti berpikir bahwa saudara sebangsa saya sedang menderita, merintih di seberang pulau. mulailah kita saling membantu, mencari apa yang sebenarnya mereka butuhkan, marilah kita lebih peduli, perlakukanlah mereka seperti ibu kita merawat kita.

berduka, pasti. tetapi tidak terlarut. daripada berduka, lebih baik saya berharap sekaligus berdoa, agar saudara-saudara kita diberikan kekuatan untuk saling bahu membahu bangkit kembali.

October 8, 2009

Iman Dengan Otak

Seriously, they must be stick together.

Iman, dikatakan demikian menyangkut seberapa apiknya manusia menjaga hubungan vertikalnya dengan sang pencipta. Hadirnya sebuah dialog batin mengenai mana yang benar dan mana yang salah didalangi oleh iman manusia itu sendiri. Saya harap iman dalam diri manusia selalu membawa kebenaran, tetapi apa jadinya apabila iman seseorang tidak diimbangi dengan otak?

Iman bisa menjadi sebuah bumerang, keimanan seseorang bisa berubah menjadi ekstrim, apabila tidak diimbagi dengan ilmu. sebut saja, bahwa semakin tinggi iman seseorang, hendaklah ia semakin memperbanyak makanan otaknya. Seorang pengkhayal ulung butuh banyak usaha untuk mewujudkan khayalannya, seorang yang beriman butuh ilmu logis untuk mengasah kemampuan batinnya untuk menunjukkan betapa cintanya ia terhadap tuhannya.

Ilmu yang tinggi, otak yang cemerlang dengan pikiran yang logis, butuh iman yang kuat agar tidak terpental oleh daya otaknya sendiri, bayangkan jika iman dan otak terpisah, jalan sendiri-sendiri, well we could see on newspaper, or media sack about that. banyak contohnya apabila kedua hal tadi tidak berjalan beriringan, semua akan bermuara pada gangguan nalar seseorang, bahkan jiwanya, dan tak kalah pentingnya; akan merugikan orang-orang di sekitarnya.

August 18, 2009

BANGSA BEBAS

pkhs_birds_white_red_LRG

Kemarin Indonesia merayakan hari jadinya ke 64, banyak yang terjadi kemarin. perlombaan, sail to bunaken, pengibaran bendera dan penurunan bendera di istana, sampai tawuran antara SMA 6 dan 70 (yang terakhir ini F*ck up banget, abg t*i).

Kita bangsa yang mengaku merdeka 64 tahun lalu, lewat perjuangan pahlawan kita (ada cerita yang benar-benar heroik, ada yang ditutup-tutupi, dan ada yang dilebih-lebihkan, tergantung kepentingan siapa) tetapi yang pasti semua orang yang merasa berbangsa indonesia pada masa perjuangan adalah sejatinya pahlawan.

beruntung bagi kita yang hidup di era kini. yang hanya kita lakukan adalah menikmatinya, mengakuinya bahwa kita telah merdeka, bahwa kita sudah tidak teraniaya lagi.

Nyatanya sebagian besar dari kita, dan anehnya merasa sebagai kaum marginal malah merasa terjajah, karena mental terjajahnya itu yang timbul setelah anti klimaks kita merdeka. mental terjajah adalah racun pemalas yang susah hilang karena pupuk oleh penjajah tidak terlihat (means memakan bangsanyan sediri untuk kepentingan pribadi). lalu jadi apa kita seharusnya supaya tidak bermental penjajah?

Lewat usaha kecil yang kita bisa lakukan adalah, mulai sadar akan konsep kepemilikan, Indonesia anggaplah milik kita, aset kita, yang harus dijaga, semacam harta yang tidak ternilai harganya, yang tidak bisa ditukar dengan apapun. anggaplah ini usaha sendiri bukan kolektif. karena bila kita menunggu langkah ini secara masal, tidak ada gunanya juga, kapan akan di mulainya?

karena kita sudah menganggap indonesia sebagai jantung kita, hidup kita, harta tak ternilai kita, lalu jauhkanlah dari pengacau…misal; teroris (musuh nyata kita), jamur-jamur fungsional pemerintah, dan semua orang yang menjual negaranya demi kepentingan pribadi. setidaknya ada perlawanan walaupun sedikit. tidak tahu juga, saya sedikit skeptis, clueless…

August 18, 2009

Daily wishes

2332691037_d4e3fc41f7Bangun shubuh, sholat dahulu, lalu lari pagi, setelah itu sarapan bubur atau ketupat sayur padang yang dijual di dekat rumah, hanya 2 blok saja jaraknya. setelah itu siap-siap untuk mandi. menyetel CD kesayangan yang baru saja dibeli tadi malam, lagu-lagu dari Morcheeba, menenangkan jantung yang berpicu kencang di pagi hari. Setelah itu bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, memanaskan Liberty tercinta, dan merokok barang sebatang.

Rutinitas kantor sehari-hari, dengan mobilitas yang tinggi, sorenya setelah pulang kantor menyempatkan diri untuk ke toko buku, membeli buku ‘worth to read’, dan di akhiri dengan kopi starbucks yang memang tiada duanya. serius membaca buku sambil memutar playlist di Ipod, dan bersantai sejenak di sofa empuk milik starbucks.

Sesampai dirumah, hari sudah gelap, adzan maghrib berkumandang, sholat maghrib, lalu memainkan sedikit hobi yang melekat sejak SD, menggambar, tentunya mendengarkan Nine Inch Nail tidak ada salahnya.

Menjelang malam, waktunya untuk meghibur diri dengan menonton DVD kesayangan, film seri yang belum sempat ditonton.

I Made that notes when I was school, itu bayangan saya tentang bagaimana nnatinya saya setelah 20 something.
apakah saya menyesal bayangan saya jauh dari kenyataan? saya tidak pernah mendapatkan rutinitas seperti itu….then I took some mirror, at least saya merasa tidak sendirian seperti bayangan saya waktu itu.

So what you really want? sebenarnya tidak tahu sama sekali, hanya mengikuti pola saja, semoga berhasil.

August 2, 2009

Pelajaran untuk ditampar

Semuanya ayo mengaku kalo kita ini sangat egois, saya baru menyadari kalau saya begitu egoisnya.
Merasa acuh pada orang yang paling kita sayang di dunia ini, karena satu yang lain hal, bahkan saya ingin menghindar. dia yang berbuat masalah, lalu saya yang membenahinya? itu yang ada dibenak saya skrg, tapi dia orang yang saya sayangi, dia ibu yang melahirkan saya, apapun masalahnya saya harus membantu semaksimal mungkin, walaupun harus sampai pasang badan, lalu saya berpikir, mau sampai kapan saya juga harus membangun hidup saya sendiri, membangun mimpi saya…berkali-kali saya merasa kekurangan, tapi pada akhirnya saya seperti sedikit ditampar, “berapapun besarnya nominal, tenaga, dan segala upaya yang kita keluarkan, walaupun nantinya tidak dibalas dengan layak, ujung-ujungnya tuhan akan memberikan balasan jauh lebih baik dari apa yang kita pikirkan, asalkan ikhlas untuk menolong orang tua, ingat kalkulator yang kita miliki berfungsi ganda, 1. kalkulator untuk menghiung secara riil, 2. kalkulator hitung-hitungan tuhan…
Saya mencoba untuk ikhlas menjalani ini semua, dan berusaha untuk tidak egois.

hasilnya, saya puas melihat sedikit senyum dari ibu saya, memang saya tidak punya waktu lagi untuk mengalami hal-hal yang terindah di usia seperti saya, atau tidak mampu membeli kamera incaran saya, atau mobil idaman saya, tapi…bukankah kebahagiaan ibu jauh lebihj penting?

Mom, i’m on your side…

lalu, setelah itu adalagi kejadian… Temannya teman saya meninggal akibat sebuah tragedi kebakarabn baru-baru ini, gadis muda mantan model, dengan karier cemerlang…sekali lagi saya benar-benar merasa seperti ditampar, hidup terlalu singkat untuk menjadi egois.

July 18, 2009

SAYA TIDAK TAKUT DENGAN ‘PENGECUT’

Kemarin, setelah lama tidak terkejut oleh pengecut yang beraksi, tiba-tiba saja jakarta kembali panas oleh dua bom yang meledak di hotel J. W Marriot dan Ritz Carlton. Pengecut itu entah berdasarkan motif apa menyebut diri mereka pemberani, memberi umpan seseorang yang bodoh sebagai pelaku bom bunuh diri. Orang yang melakukannya (entah itu otak pelakunya) pasti tidak punya hati dan bahkan tidak punya hasrat sex, hidup datar dan mungkin schizophrenia. Sugesti kita sudah terlanjur terbentuk, bahwa ‘kejadian kemarin merupakan kejadian yang biasa, karena kita telah sering mengalaminya’, yang harus kita ingat, berkat kejadin kemarin timbul semangat baru, semacam penyegaran untuk pengujian nasionalisme kita masing-masing, apakah kita layak disebut bangsa indonesia? apakah kita mampu bersatu ditengah kondisi seperti ini?, saya yakin kita bisa bersatu. saya tidak takut sama sekali oleh mereka, apabila bertemu di tengah jalan dengan pengecut-pengecut itu, apa yang akan saya lakukan? (sedikit ekstrim) saya culik, siapkan silet, menyayat kulitnya, saya gantung kakinya, lalu saya tinggalkan bersama segerombolan tikus supaya mereka mati tersiksa perlahan-lahan seperti trauma yang susah hilang di hati kita masing-masing oleh tindakan teroris, untungnya masih ada neraka, apabila mereka susah diingatkan secara logis, toh masih ada malaikat yang nanti akan menjelaskan kesalahan mereka di neraka. Kita hanya bisa mengelus dada atas amarah yang susah dipendam.

June 18, 2009

GM FOR PRESIDENT

No body knew that GM, as the writer of ‘catatan pinggir’ and another inspiring book is my own president, as the role model and inspiring ones. GM is my own president, and someday I’ll gonna be like him. Di sini, di Indonesia, setiap orang punya ambisi untuk menjadi sang penguasa ataupun pemimpin. konteks penguasa dan pemimpin memang berbeda, penguasa (menurut saya hanya sifat tuhan), jika manusia menginginkan hal tersebut, kita bisa menebak, tipe manusia apakah dia…sedangkan Pemimpin, jauh lebih manusiawi, memimpin banyak orang untuk menentukan arah, lebih kepada teknis, walaupun harus diakui konteks pemimpin juga membuat kita menyadari betapa teladannya seorang pemimpin itu, Nabi Muhammad SAW, pemimpin umat muslim, nabi akhir zaman, beliau adalah tauladan bagi seluruh umatnya di seluruh dunia. kembali ke konteks presiden, saya benar-benar meminta pada semua pemilih aktif, yang punya visi kedepan tentang nasib bangsa, pilihlah pemimpin, bukan penguasa, kita semua tahu apa yang terbaik bagi kita. presiden untuk lima tahun kedepan tidak melulu berdampak hanya untuk lima tahun ke depan saja, tetapi juga berdampak untuk selamanya. Danke

May 7, 2009

About brand

candu sudah jadi, disruput sedikit siap smedi…
Membingungkan harus disuruh menulis tentang international brand. Tapi saya coba latihan dulu.

1. Posisinya segmennya selalu berada di atas brand lokal dengan produk yang hampir sama
2. Packaging dan atribut brand nya jauh lebih catchy dan lebih tidak merusak mata (kebanyakan)
3. Menyerang melalui media tradisional di negara ke 3
4. It’s all about imaging, dan ekspansi bisnis internasional negara pertama

Setelah menilik beberapa point, oke baikah sekarang tidur lagi,barang 2 jam saja, setelah itu…bismilah dulu.